akuntansi perbankan
Definisi Akuntansi Perbankan

Akuntansi adalah suatu kegiatan mulai dari mencatat, menganalisa, dan melakukan pelaporan dari transaksi keuangan yang terjadi. Tidak berbeda dengan akuntansi yang dilakukan oleh perusahaan lain, secara umum proses akuntansi pada perbankan juga sama. Perbedaanya adalah pada aliran kas yang masuk dan keluar pada perbankan tidak sama dengan jenis perusahaan lainnya. Ini dikarenakan jenis kegiatan dari sendiri menghimpun dan menyalurkan kembali uang telah mereka peroleh.
Selain itu, beberapa istilah yang terdapat pada akuntansi perbankan juga berbeda. Perbedaan yang sangat mencolok dapat dilihat dari harta bank, utang bank, dan modal. Tidak seperti pengertian harta pada umumnya, harta pada perbankan seperti penempatan dan penyimpanan dana dalam kredit, penanaman dana aktiva tetap dan dana lainnya juga berbeda. Sementara modal bank meliputi modal saham, premium saham, laba ditahan dan laba tahun berjalan. Dan hutang bank meliputi dana pinjaman, dana masyarakat dan dana lainnya.
Untuk menyusun laporan keuangan atau akuntansi perbankan, Anda dapat menggunakan PAPI. PAPI adalah Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia. PAPI mengatur khusus transaksi perbankan. Adapun dasar hukum PAPI adalah Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/4/DPNP.
Prinsip Dasar Akuntansi Perbankan
Berdasarkan sedikit penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan sebenarnya akuntansi perbankan sama dengan akuntansi pada umumnya hanya terdapat beberapa penyesuaian untuk beberapa hal. Terdapat 2 (dua) prinsip akuntansi perbankan yang perlu Anda pahami:
1. Pencatatan Pendapatan Berbasis Cash
Seperti yang diketahui bersama, pendapatan utama perbankan berasal dari kredit yang disalurkan kepada masyarakat. Pendapatan bank memiliki hubungan berbanding lurus antara waktu dan tingkat bunga. Jadi semakin lama waktu penggunaan kredit dan semakin besar tingkat bunga yang ada maka pendapatan bank juga semakin besar. Hukum tersebut juga berlaku ceteris paribus atau sebaliknya.
Ironisnya, praktek perkreditan di Indonesia masih banyak mengalami kemacetan. Jika dibiarkan akan menjadi risiko yang besar. Untuk itu, pihak bank memerlukan kegiatan pencegahan. Cara yang dilakukannya adalah dengan mencatat pendapatan tersebut menggunakan kas basis. Sehingga saat bank belum menerima secara tunai, mereka akan mencatatnya sebagai tagihan bukan pendapatan.
2. Pencatatan Biaya berbasis Akrual
Berbeda dengan pencatatan pendapatan yang berbasis kas, pencatatan biaya pada perbankan dilakukan secara akrual. Salah satu jenis biaya yang ada adalah biaya dana. Biaya dana merupakan biaya terbesar yang ada di bank. Besar kecilnya biaya dana ditentukan dari waktu untuk menggunakan biaya tersebut dan tentu saja tingkat bunga yang berlaku. Selain biaya dana, juga terdapat biaya lain yakni prepaid expense dan deffered changes. Kedua biaya tersebut digolongkan dalam biaya operasional perusahaan. Oleh karena itu pencatatan sistem akuntansi yang digunakan untuk mencatat biaya adalah sistem akrual.
Komentar
Posting Komentar